RSS

Tata Cara Berwudhu (Berwudlu) – Bimbingan Mualaf Islam

13 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

Bimbingan Mualaf Islam -https://haniflukman.wordpress.com-, Wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah, yang mempunyai arti kebersihan dan kecerahan. Berikut adalah tuntunan wudlu yang telah disarikan sedemikian rupa, semoga dapat bermanfaat.

Tata Cara Wudhu - Wudlu Bimbingan Mualaf Islam

1.Berniat
“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama dengan lurus…”(Q.S. Al Bayyinah : 5)
Kandungan nilai suatu ibadah akan sangat ditentukan oleh niatnya, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda, “Segala amal perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan memperoleh pahala sesuai dengan niatnya….”(H.R. Bukhari)

Setiap kali akan berwudlu, mantapkan dan luruskan niat karena ingin menghilangkan hadas dan ikhlas karena Allah Swt.

2.Membaca Bismillah
Rasulullah Saw bersabda, “Tidak sempurna wudlu orang yang tidak membaca bismillah”(H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Ibn Majah)

Ucapkanlah sebelum berwudlu:
“BismillaaHirrohmaanirrohiim.” (Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang).

3.Membasuh Telapak Tangan & Punggung Tangan
Rasulullah Saw pernah bersabda, “Apabila kalian berwudlu, gosoklah sela-sela jari-jari tangan dan kaki kalian.”(H.R. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibn Majah dari Ibn Abbas r.a.)

Membasuh telapak tangan dan punggungnya sebanyak tiga kali dimulai dari tangan kanan terlebih dahulu. Saat membasuh telapak dan punggung tangan disunnahkan juga untuk menggosok sela-sela jari tangan sehingga seluruh permukaan kulit terbasahi secara merata.

4.Berkumur dan Menghirup Air
Rasulullah Saw pernah bersabda,”Apabila kalian berwudlu, berkumur-kumurlah”(H.R. Abu Daud dan Baihaqi dari Laqith bin Shabrah r.a.)
Dalam riwayat lain disebutkan pula bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Apabila berwudlu, hiruplah air ke dalam hidung dan embuskan kembali”(H.R. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud dari Abu Hurairah r.a.)

Berdasarkan dua riwayat diatas, yang dilakukan selanjutnya adalah menampungkan air menggunakan dua telapak tangan, lalu berkumur sembari menghirup air ke dalam hidung. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.

5.Membasuh Wajah

Membasuh wajah dilakukan pun sebanyak tiga kali. Basuhlah wajah saudara mulai dari pangkal tumbuhnya rambut sampai bagian bawah jenggot dan batas kiri kanan adalah telinga. Bagi lelaki yang berjenggot lebat disunnahkan menggosok sela-sela jenggotnya.

6.Membasuh Tangan Hingga Siku
Sebagaiman Firman Allah Swt,”…basuhlah tangan-tangan kamu hingga siku,…”(Q.S. Al Maidah : 6) dan sunnah Rasulullah Saw “…kemudian mencuci tangannya yang kanan sampai siku tiga kali, kemudian mencuci tangan kiri seperti itu,…”(H.R. Muslim)

Basuh tangan saudara sampai siku dengan air, mulai dari tangan kanan tiga kali lalu dilanjutkan dengan tangan kiri tiga kali pula.

7.Mengusap Kepala dan Telinga
Sebagaimana firman Allah Swt,”…usaplah kepala-kepala kamu…”(Q.S. Al Maa’idah : 6), yang perlu diperhatikan disini adalah mengusap kepala bukan rambut sehingga bagi yang tidak berambut tetap harus mengusap kepala.
Dalam riwayat lain disebutkan,”Dua telinga itu bagian dari kepala”(H.R. Ibnu Majah), maka setelah membasuh kepala langsung dilanjutkan dengan membasuh telinga.

Mengusap kepala dilakukan dengan kedua telapak tangan, dimulai dari kepala bagian depan, kemudian menggerakan kedua telapak tangannya hingga tengkuk, lalu mengembalikannya ke tempat semula (kepala bagian depan). Kemudian dilanjutkan dengan membasuhtelinga dengan memasukkan dua telunjuk pada dua telinga dan mengusap bagian luar dua tellinga dengan dua ibu jari. Perlu diperhatikan bahwa mengusap kepala dan telinga ini dilakukan hanya satu kali.

8.Membasuh Kaki

Basuhlah kaki hingga mata kaki dimulai dari kaki kanan sebanyak tiga kali, kemudian kaki kirinya juga sebanyak tiga kali.

9.Berdoa

Baca doa berikut setelah selesai wudlu :
AsyHadu allaa ilaaHa illallaaH wahdaHu laa syariika lahu wa asyHadu anna muhammadan ‘abduHu warosuluH
“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah yang satu, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.”

Pustaka :
Amirudin, Aam. 2010. Sudah Benarkah Shalatku?. Bandung: Khazanah Intelektual.
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/seluk-beluk-wudhu.html

 
 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: